askep fraktur lumbalis

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini akan membahas konsep teoritis yang terkait dengan Asuhan Keperawatan yang diberikan kepada klien. Mulai dari Anatomi Fisiologi Madula Spinalis dan Konsep Dasar Fraktur Lumbal, serta Konsep Asuhan Keperawatan Teoritis Pada Fraktur Lumbal.

  1. A.      Anatomi Fisisologi
    1. 1.         Medula Spinalis.

Menurut Mahadewa dan Maliawan (2009, hlm. 3) medula spinalis adalah bagian dari susunan saraf pusat yang seluruhnya terletak dalam kanalis vertebralis, dikelilingi oleh tiga lapis selaput pembungkus yang disebut meningen. Lihat pada gambar 2.1 dibawah ini:

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 2.1 Anatomi Medula Spinalis (Mahadewa, 2009, hlm. 136)

Lapisan-lapisan dan struktur yang mengelilingi medula spinalis dari luar ke dalam antara lain :

  1. Dinding kanalis vertebralis (terdiri atas vertebrae dan ligamen)
  2. Lapisan jaringan lemak (ekstradura) yang mengandung anyaman pembuluh-pembuluh darah vena
  3. c.         Duramater
  4. d.                   Arachnoid
  5. e.         Ruangan subaraknoid (cavitas subarachnoidealis) yang berisi liquor cerebrospinalis
  6. Piamater, yang kaya dengan pembuluh-pembuluh darah dan yang Iangsung membungkus permukaan sebelah luar medula spinalis

 

Lapisan meningen terdiri atas pachymeninx (duramater) dan leptomeninx (arachnoid dan piamater). Pada masa kehidupan intrauterin usia 3 bulan, panjang medula spinalis sama dengan panjang kanalis vertebralis, sedang dalam masa-masa berikutnya kanalis vertebralis tumbuh Iebih cepat dibandingkan medula spinalis sehingga ujung kaudal medula spinalis berangsur-angsur terletak pada tingkat yang Iebih tinggi. Pada saat lahir, ujung kaudal medula spinalis terletak setinggi tepi kaudal korpus vertebrae lumbalis ll. Pada usia dewasa, ujung kaudal medula spinalis umumnya terletak setinggi tepi kranial korpus vertebrae lumbalis Il atau setinggi diskus intervertebralis antara korpus vertebrae lumbalis I dan II. (Mahadewa dan Maliawan, 2009, hlm. 3)

Berikut ini dijelaskan segmen-segmen medula spinalis menurut Mahadewa dan Maliawan (2009, hlm. 4) seperti pada gambar 2.2 dibawah ini:

 

Gambar 2.2 Segmen-segmen Medula Spinalis

(Mahadewa dan Maliawan, 2009, hlm. 4)

Diameter bilateral medula spinalis selalu lebih panjang dibandingkan diameter ventrodorsal. Hal ini terutama terdapat pada segmen medula spinalis yang melayani ekstremitas atas dan bawah. Pelebaran ke arah bilateral ini disebut intumesens, yang terdapat pada segmen C4 -T I (intumesens cervikalis) dan segmen L2-S3 (intumesens lumbosakral). Pada permukaan medula spinalis dapat dijumpai fisura mediana ventalis, dan empat buah sulkus, yaitu sulkus medianus dorsalis, sulkus dorsolateralis, sulkus intermediodorsalis dan sulkus ventrolateralis (Mahadewa dan Maliawan, 2009, hlm. 4)

Pada penampang transversal medula spinalis, dapat dijumpai bagian sentral yang berwarna lebih gelap (abu-abu) yang dikenal dengan gray matter. Gray matter adalah suatu area yang berbentuk seperti kupu-kupu atau huruf H. Area ini mengandung badan sel neuron beserta percabangan dendritnya. Di area ini terdapat banyak serat-serat saraf yang tidal berselubung myelin serta banyak mengandung kapiler-kapiler darah. Hal inilah yang mengakibatkan area ini berwarna lebih gelap. Gray matter dapat dibagi ke dalam 10 lamina atau 4 bagian, yaitu:

  1. Kornu anterior/dorsalis, yang mengandung serat saraf motorik, terdiri atas lamina VIII, IX dan bagian dari lamina VII
  2. Kornu posterior/ventralis, yang membawa serat-serat saraf sensorik, terdiri atas lamina I-IV
  3. Kornu intermedium, yang membawa serat-serat saraf asosiasi, terdiri atas lamina VII
  4. Kornu lateral, merupakan bagian dari kornu intermedium yang terdapat pada segmen torakal dan lumbal yang membawa serat saraf simpatis.

Medula spinalis merupakan massa jaringan saraf silindrikal memanjang yang menempati 2/3 atas kanalis spinalis dalam kolumna vertebralis pada orang dewasa. Panjang normalnya adalah 42-45 cm pada orang dewasa dan menyambung dengan medula oblongata pada ujung superior. Konus medularis adalah ujung kaudal dari medula spinalis.

Medula spinalis melebar ke lateral pada dua daerah, servikal dan lumbosacral. Pelebaran ini mengandung peningkatan jumlah Lower Motor Neuron (LMN) dan menyediakan pangkal dari saraf pada ekstremitas atas dan bawah. Medula spinalis terbagi menjadi sedikitnya 30 segmen, yaitu 8 segmen servikal (C), 12 segmen thorax (T), 5 segmen lumbar (L), 5 segmen sacral (S), dan beberapa segmen coccygeal (Co). Dari tiap segmen akan keluar beberapa serabut saraf. Medula spinalis Iebih pendek daripada kolumna vertebralis sehingga segmen medula spinalis yang sesuai dengan segmen kolumna vertebralis terletak diatas segmen kolumna vertebralis tersebut (Mahadewa dan Maliawan, 2009, hlm. 6)

Setiap segmen medula spinalis memiliki empat radix, sebuah radix ventralis dan sebuah radix posterior pada sisi kiri dan sepasang di sisi kanan. Radix saraf ini keluar dari kolumna vertebralis melalui foramina intervertebralis. Pada spina servikalis, radix keluar melewati bagian atas kolumna vertebralis, sedangkan pada segmen di bawah T I radix keluar melewati bagian bawah korpus vertebralis. Radix ventralis berfungsi sebagai traktus motoris yang keluar dari medula spinalis, sedangkan radix posterior bersifat sensoris terhadap struktur superfisial dan profunda tubuh.

Dibawah ini dijelaskan mengenai penampang melintang medula spinalis menurut Mahadewa dan Maliawan (2009, hlm. 7), lihat pada gambar 2.3 dibawah ini:

 

Gambar 2.3 Penampang melintang medula spinalis

(Mahadewa dan Maliawan, 2009, hlm. 7)

  1. 2.         Kolumna Vetebralis

Kolumna vertebralis atau rangkaian tulang belakang adalah sebuah struk­tur lentur yang dibentuk oleh sejumlah tulang yang disebut vertebra atau ruas tulang belakang. Di antara setiap dua ruas tulang pada tulang bela­kang terdapat bantalan tulang rawan. Panjang rangkaian tulang belakang pada orang dewasa dapat mencapai 57 sampai 67 sentimeter. Seluruhnya terdapat 33 ruas tulang, 24 buah di antaranya adalah tulang-tulang ter­pisah dan sembilan ruas sisanya bergabung membentuk dua tulang. (Arif Muttaqin, 2005, hal. 97)

Berikut ini adalah gambar anatomi kolumna vetebralis menurut Mahadewa dan maliawan (2009, hlm. 135) pada gambar 2.4 dibawah ini:

 

Gambar 2.4 Anatomi Kolumna Vetebralis

(Mahadewa dan Maliawan, 2009, hlm. 135)

Sedangkan menurut Syaifuddin (2006, hlm. 46) anatomi fisiologi kolumna vetebralis di klasifikasikan menjadi ruas tulang belakang, bagian – bagian tulang belakang dan lengkung kolumna vetebralis yang di paparkan sebagai berikut:

link download di bawah ini:

http://www.ziddu.com/download/20979189/BABII.docx.html

Link | This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s